20 bahaya lisan
Berikut 20 bahaya lisan menurut Imam Al-Ghazali (diringkas dari pembahasan dalam Ihya’ Ulumuddin). Ini sering dijadikan bahan muhasabah karena dosa lisan sangat mudah terjadi.
🗣️ 20 Bahaya Lisan
- Berbicara tentang hal yang tidak bermanfaat
- Banyak bicara tanpa faedah mengeraskan hati.
- Berlebihan dalam perkataan
- Bicara terlalu panjang hingga keluar dari kebutuhan.
- Berkata dalam kebatilan
- Membahas hal haram, maksiat, atau mendukungnya.
- Berdebat dan berbantahan
- Perdebatan untuk menang, bukan mencari kebenaran.
- Berselisih dan bertengkar
- Adu mulut yang menimbulkan permusuhan.
- Memaksakan diri dalam berbicara (takalluf)
- Berbicara dibuat-buat agar terlihat hebat.
- Berkata kotor dan keji
- Ucapan jorok, makian, dan tidak pantas.
- Melaknat
- Mendoakan keburukan kepada orang lain.
- Bernyanyi atau syair yang melalaikan
- Ucapan yang menjauhkan dari mengingat Allah.
- Bercanda berlebihan
- Candaan yang melampaui batas atau menyakiti.
- Mengejek dan meremehkan orang
- Menghina secara terang-terangan.
- Membuka rahasia
- Membocorkan amanah orang lain.
- Mengingkari janji dengan ucapan
- Tidak menepati apa yang sudah diucapkan.
- Berbohong
- Mengatakan sesuatu yang tidak sesuai fakta.
- Ghibah (menggunjing)
- Membicarakan keburukan orang yang tidak hadir.
- Namimah (adu domba)
- Mengadu perkataan untuk merusak hubungan.
- Dua muka (berkata lain di depan dan belakang)
- Sikap munafik dalam ucapan.
- Memuji berlebihan
- Pujian yang menjerumuskan atau tidak jujur.
- Salah bicara tentang Allah dan agama tanpa ilmu
- Fatwa atau komentar agama tanpa dasar.
- Pertanyaan orang awam tentang hal rumit yang memicu fitnah
- Membuka topik yang membingungkan dan merusak.
📌 Penutup Renungan
Imam Al-Ghazali menekankan:
“Keselamatan manusia banyak bergantung pada penjagaan lisannya.”
Tips singkat menjaga lisan:
- ✅ Pikir sebelum bicara
- ✅ Utamakan diam jika ragu
- ✅ Perbanyak dzikir
- ✅ Hindari majelis sia-sia